3 Hal Mendasar Sebelum Bikin Kaos Sablon

Kaos sablon, sablon kaos, warna sablon
Pilihan jenis dan warna kain serta warna sablon berpengaruh

Bagi yang belum pernah dan mau bikin kaos sablon, ada baiknya simak artikel dari kami berikut ini. Jangan sampai hal-hal penting dan mendasar ini terlewat. Karena bila tidak kau perhatikan, bisa-bisa rugi uang dan yang paling penting rugi waktu.

Bahan Kaos

Ini memang agak ribet. Tapi ini benar-benar penting. Karakteristik bahan kaos yang mau kamu sablon biasanya terbagi jadi kemampuan menyerap dan fisik permukaan kain.

Yang terbaik tentu yang kekuatan menyerapnya baik dan rata permukaannya. Bahan kaos dengan karakter ini biasanya dimiliki oleh kain katun, baik jenis combed atau carded. Kain kaos berbahan katun punya rongga yang berfungsi menyerap cairan. Dengan mudahnya kain menyerap cairan sablon, waktu pengeringan lebih cepat.

Permukaan kain katun rapat. Hal ini membuat jumlah bahan sablon yang digunakan optimal. Berbeda dengan bahan kain yang berongga. Kain yang berongga akan butuh jumlah cat sablon yang lebih banyak untuk bisa menutupi rongga.

Bahan kain lain untuk jadi kaos sablon tidak sebagus katun. Ada bahan kaos yang susah menyerap karena berasal dari polyester. Ada juga bahan kaos yang punya rongga besar. Dua-duanya kurang cocok untuk jadi bahan kaos sablon.

Warna Kain Kaos

Selain bahan, warna kain kaos juga berpengaruh. Warna kain yang gelap akan berpengaruh pada sablon dengan warna terang. Untuk menghadirkan warna terang seperti putih, kuning, biru muda pada kain berwarna gelap, butuh beberapa lapisan sablon. Bahasa orang sablon “butuh naik beberapa kali.”

Bila hanya satu lapisan, warna sablon masih kurang kuat. Masih kalah dengan warna kain. Baru setelah 3 sampai 4 lapisan, warna sablon bisa muncul optimal.

Untuk warna sablon bisa muncul maksimal memang ada cara cukup mudah. Ganti warna kain dengan warna kain muda. Warna putih, kuning, biru muda, hijau muda dan sebagainya.

Atau ganti warna sablon dengan yang warna lebih gelap. Warna seperti merah, hijau tua, biru tua, orange, hitam dan sebagainya akan lebih jelas terlihat.

Jumlah Warna

Bagi desainer, macam-macam warna jadi idaman. Hanya saja, ketika sudah masuk proses sablon, warna yang bermacam-macam bisa jadi bencana.

Di laptop dan printer beda dengan sablon. Pencampuran warna cat sablon tidak seperti printer yang serba otomatis. Untuk menghasilkan warna yang sama dengan hasil cetak butuh proses. Itu untuk satu warna. Kalau untuk tiga warna atau lebih, sudah bisa kau bayangkan sendiri kira-kira seperti apa prosesnya.

Patokannya, lebih sedikit warna lebih mudah, lebih cepat kerjanya, dan jelas murah. Sebaliknya semakin banyak warna, makin rumit, makin lama dan makin mahal pula harganya. Tapi lagi-lagi pilihannya kembali ke selera kamu, maka pilih dengan bijak ya.

Terima kasih sudah baca. Kalau menurut kamu artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke orang lain …