2 Aturan Pembayaran Aman bagi Usaha Konveksi Kaos

Konveksi kaos, keuangan, aturan pembayaran.
Usaha kaos sablon

Bagi orang yang melihat dari luar, bisnis dipandang sebagai sesuatu yang menyenangkan. “Enak ya, kerja tidak kerja bisa diatur. Enak memang punya bisnis sendiri”. Kurang lebih seperti itu bagi yang belum serius menekuni bisnis. Terlihat enak dan menyenangkan.

Padahal kenyataannya, tidak selalu seperti itu. Tak sedikit bisnis yang jadi bangkrut bahkan mengambil kekayaan pribadi pemiliknya. Khusus bagi yang mau memulai bisnis konveksi atau masih bertahan di bisnis konveksi, infokaos.com punya dua aturan penting soal pembayaran. Bermasalah di pembayaran, dipastikan bisnis bakal kocar-kacir.

Selalu Minta Uang Muka

Nanti akan ada pelanggan yang menawar. “Mas, saya khan sudah jadi pelanggan tetap, masa masih harus pakai DP?” Ini godaan.

Sudah jadi pelanggan tetap, pelanggan baru, jangan sampai tidak ada uang muka. Karena kalau tanpa uang muka, resiko akan ditanggung sepenuhnya oleh konveksi. Sementara pelanggan akan terbebas dari resiko. Ini bukan masalah percaya atau tidak percaya.

Kalau pelanggan kena musibah, dia tidak sanggup bayar, konveksi yang sudah dapat uang muka, masih bisa bertahan. Kalau rugi, tidak terlalu besar. Bayangkan kalau tanpa uang muka. Kaos sudah terjahit, maka semua biaya kerugian ditanggung oleh konveksi.

Berapa persen uang mukanya?

Ini sangat tergantung dengan kondisi. Kami biasanya memasang batasan paling rendah di 30%. Tapi rata-rata uang muka yang kami charge ke pelanggan di 50% dari total nilai transaksi.

Memang bakal ada pelanggan yang keberatan. Itu wajar. Tapi sebagai pengusaha konveksi, kau juga mesti berhitung resiko. Kalau sudah tahu resiko dan masih tetap enggan mewajibkan uang muka ke pelanggan, minimal kau kini sudah tahu berapa resiko yang mesti kau tanggung.

Pelunasan, Ada Uang Ada Barang

Bagi orang Jawa ada istilah sungkan atau pakewuh. Merasa malu untuk membebani orang lain. Tidak jarang pengusaha konveksi tertipu karena perasaan malu mereka sendiri. Diminta mengirim barang tapi belum ada pelunasan. Ini sangat beresiko.

Di infokaos.com, untuk pelunasan dibagi menjadi dua. Untuk pelanggan di area kota surabaya dan sekitarnya, pelunasan bisa dilakukan saat barang dikirim. Setelah biaya produksi dilunasi, baru barang diserahterimakan.

Sementara kalau pelanggan ingin barang dikirim keluar kota, baik lewat ekspedisi, atau cargo, selalu minta pelunasan dan biaya kirim terlebih dulu. Setelah biaya produksi dan biaya kirim dilunasi, kau bisa mengirim barang dengan tenang.

Kenapa demikian? Untuk menjaga keberlangsungan bisnismu. Kalau kau mengirim barang sebelum dilunasi, sekali lagi resiko kerugian sepenuhnya akan berada di pundakmu.

Bagaimana kalau dengan dua aturan ini pelanggan tidak jadi pesan kaos?

In juga pernah terjadi. Dan bagi kami tidak apa-apa. Dari pada menanggung kerugian, lebih baik tidak mendapat order yang berisiko besar. Godaannya adalah saat order atau pekerjaan lagi sepi. Mampukah kau tahan untuk tidak mengambil pekerjaan atau order yang berisiko?

Alhamdulillah, dengan memperketat di dua aturan ini, justru order yang datang adalah order yang aman. Berani mencoba?